Hii gan!!! Kembali lagi di blog saya (B-Sky), kali ini saya akan berbagi informasi tentang kabel straight dan cross, langsung aja silahkan dibaca gan.
Kabel
UTP merupakan salah satu media
transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan
local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah,
mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded
Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted
pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini
adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga Kabel STP (Shielded
Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:
Terdapat beberapa jenis kategori
kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan
pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter
lainnya seperti berikut ini:
- Kabel UTP Category 1
Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data. - Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second) - Kabel UTP Category 3
Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair. - Kabel UTP Category 4
Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps - Kabel UTP Category 5
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps, - Kabel UTP Category 5e
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz. - Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut. - Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Dalam
jaringan lan atau yang umumnya menggunakan Ethernet dikenal 2 jenis kabel
jaringan yaitu STRAIGHT dan CROSS , dimana keduanya memiliki fungsi
konektifitas yang berbeda dalam jaringan. Kabel STRAIGHT umumya digunakan untuk
mengghubungakan koneksi dari Port pada Switch / Hub (perangkat jaringan berbeda jenis) , sedangkan kabel CROSS biasa
digunakan untuk koneksi point to point antar 2 komputer yang di hubungkan lewat
ethernet Card (perangkat jaringan sejenis).
Untuk membedakan kabel CROSS dan STRAIGHT adalah
dengan melihat susunan warna pin pada konektor RJ 45 yang terdiri dari 8 warna
yang berbeda. saya akan jelaskan cara penyusunan warna yang paling umum
digunakan untuk terminasi kabel Straight dan Cross (Standar International) .
8 warna yang biasanya digunakan adalah Orange (O), Putih Orange (PO), Biru (B),
Putih Biru (PB), Hijau (H), Putih Hijau (PH), Coklat (C), Putih Coklat (PC) .
untuk beberapa jenis kabel kualitas tertentu biasanya hanya menggunakan single
color untuk semua pin, anda harus extra hati-hati melakukan terminasi untuk
kabel jenis ini.
1. Kabel STRAIGHT
Untuk
melakukan terminasi kabel straight biasanya beberapa orang menerapkan
cara twin side yaitu menyamakan susunan antara kedua ujung
konektor tanpa memperhatikan susunan warna yang dipakai dan yang kita gunakan
disini adalah susunan warna menurut standart international,kenapa saya bilang
standart international, karena dalam kurikulum dasar yang diterapkan cisco
academy standart ini pasti digunakan dan sebagai basic knowlegde untuk seorang
teknisi jaringan atau engineer ututan ini mutlak dipahami.
Adapun fungsi dari tiap pin bisa
dilihat pada gambar berikut :
Contoh penggunaan kabel straight
adalah sebagai berikut :
- Menghubungkan antara computer dengan switch
- Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
- Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
- Menghubungkan switch ke router
- Menghubungkan hub ke router
2. Kabel CROSS
Apabila dalam melakukan terminasi
pada kabel CROSS anda tidak menggunakan standar yang ditentukan atau karena
kabel yang anda gunakan hanya memiliki 1 warna untuk tiap pinya, yang harus
anda ingat adalah urutannya.
Kabel cross adalah kabel yang
memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung konektor, susunan mana saja
yang membedakan nya ? dari susunan warna yang telah anda susun anda hanya
tinggal menukar urutan pin / warna di salah satu ujung konektor yang anda
pasang dimana urutan warna yang ditukar adalah urutan ke 1 dengan yang ke 3 dan
urutan warna yang ke 2 dengan yang ke 6 . ( 1,3 ) ( 2,6 ) , Maka hasil nya
seperti berikut :
Adapun fungsi dari tiap pin bisa
dilihat pada gambar berikut :
Contoh penggunaan kabel cross
adalah sebagai berikut :
- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- Menghubungkan 2 buah switch
- Menghubungkan 2 buah hub
- Menghubungkan switch dengan hub
- Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada
kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross
over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu
kabel pada pin no 1,2,3 dan 6
Membuat kabel Straight dan Cross
Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan
menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan,
yaitu kabel UTP, Connector RJ-45, Crimping tools dan RJ-45 LAN Tester,
contoh gambarnya seperti dibawah ini:
Praktek membuat kabel Straight
- Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm
- Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar TIA/EIA 368B
- Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
- Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar.
- Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel.
- Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain
- Langkah terakhir adalah menge-cek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.
- Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor, urutan kabel dari kiri ke kanan (pada gambar dibawah ini urutan pin kabel dimulai dari atas ke bawah).
Sekian postingan dari saya, semoga bermanfaat. Salam BLOGGER!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb.
No comments:
Post a Comment